Indahjuli Sibarani
perempuan biasa yang mencoba menjadi ibu yang membanggakan bagi anak-anaknya.
   

<< September 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


 
Monday, July 16, 2007
Serba-serbi Menyusui

 

Penyusun : Meidya Derni dan Orin
Konsultasi Isi : D.A. Inayati, lic.rer.reg
Editor  : Ummu Qhania
Ilustrasi Isi : Aminah Mustari
Penerbit : WaRM Publishing
Terbit  : Mei 2006
Tebal  : xii+90 hlm
Ukuran  : 20 cm


"Sebenarnya saya ingin sekali memberikan ASI untuk bayi saya kelak. Tetapi apakah saya mampu? Saya harus bekerja untuk menghidupi keluarga. Pekerjaan di kantor menyita waktu saya, bahkan terkadang, waktu untuk makan pun saya korbanka. Belum lagi stres di jalan, macet, berangkat pagi, pulang malam. Dengan kondisi setiap hari seperti itu apakah saya mampu memberikan ASI ekslusif?" (hal.17)

"Akhir-akhir ini saya seperti 'ditimpuk' banyak orang begitu melihat anak saya yang kurus sekali. Mereka 'menuduh' ASI saya tidak bermutu. Saya jadi balik 'menuduh' anak saya, dia hanya menyedot gizi dari tubuh saya, karena lemaknya masih tertinggal. Buktinya saya menjadi gendut. Padahal asupan yang saya usahakan cukup bergizi, 4 sehat 5 sempurna dan 6 yummy dessert."(hal.5)

****

Masalah pemberian ASI ekslusif memang tiada habisnya untuk dibicarakan, apalagi ditengah maraknya promosi susu formula dengan berbagai keunggulannya. Rasanya tidak ada perempuan yang tidak mengetahui tentang ASI, namun bisa dikatakan sebagian kecil diantaranya benar-benar mengetahui besarnya manfaat yang pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan.

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sejak awal sangat penting, karena ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman terbaik untuk bayi dalam masa enam bulan pertama kehidupannya. Bahkan pemberian ASI secara ekslusif diperkirakan dapat menekan angka kematian bayi dan masalah kesehatan lainnya.

Memperoleh Air Susu Ibu (ASI) secara ekslusif selama 6 bulan pertama merupakan hak setiap anak. Karena itu, setelah lahir, segerakanlah anak untuk menyusui langsung dari payudara ibunya, karena ASI yang keluar pertama kali (berwarna kekuningan) juga mengandung zat antibodi (colostrum). Banyak ibu yang tak memberikan ASI karena berbagai alasan, seperti ASI yang tak keluar, harus kembali bekerja setelah cuti melahirkannya selesai atau karena tak mau repot memerah ASI untuk persediaan sibayi.

Dalam buku Serba Serbi Menyusui (SSM) yang disusun oleh Meidya Derni dan Orin, serta diterbitkan oleh WaRM Publishing, berbagai masalah seputar ASI dan menyusui dibahas dengan lengkap dengan berbagai tips dan trik sukses menyusui. Menariknya, buku ini disusun berdasarkan curhat (seperti yang ditulis diatas) para mommie (panggilan khas dalam milis yang kelahirannya dibidani oleh aktris cantik Monica Oemardi), di mailinglist WRM.

Buku ini terdiri dari 6 Bab (Mengenal ASI, Suka Duka ASI Eksklusif, Sukses Menyusui Si Kecil dengan ASI, Kendala-kendala ASI Eksklusif, Serba Serbi ASI Perah, dan Posis Menyusui), yang tiap bab dibahas dengan sub tema yang menarik, tentu saja dengan curhat seputar menyusui yang paling menarik untuk dibahas.

Berbeda dengan buku kesehatan lainnya, yang lebih banyak disusun para ahli di bidang kesehatan masing-masing, buku ini terasa menarik karena mengupas masalah dengan kata-kata yang tidak terlalu berat dengan istilah-istilah teknis kesehatan, sehingga mudah dipahami pembacanya.

Seperti yang tertulis dalam buku Serba Serbi Menyusui ini, kesadaran memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan akan memberikan banyak manfaat bagi ibu. Manfaat yag dirasakan seperti dapat memberikan perlindungan 98% untuk menunda kehamilan pada saat ibu belum mendapatkan haid kembali dan anak menyusui dengan ritme yang teratur, mengurangi pendarahan setelah melahirkan, mempercepat pemulihan kesehatan ibu, mengurangi resiko terkena kanker payudara, turunnya berat badan dan yang paling penting adalah mengalirkan rasa kebahagiaan tersendiri bagi ibu.(


Posted at 04:06 pm by Indahjuli Sibarani
Comment (1)  

 
Friday, June 29, 2007
A Death in Vienna - The Liebermann Papers


 

Diterjemahkan dari Mortal Mischief
Pengarang : Frank Tallis
Penerjemah : Esti A. Budihabsari
Proofreader : M. Kadapi
Cetakan I, Maret 2007
Penerbit : Qanita, PT Mizan Pustaka
Tebal : 580 halaman; 20,5 x 13 cm

Seorang psikiater muda, Max Liebermann membantu sahabatnya, Inspektur Oskar Rheinhardt, memecahkan misteri kematian seorang wanita muda, Charlotte Lowenstein, yang dikenal sebagai seorang perantara atau medium atau cenayang.

Frau Lowenstein ditemukan tewas di kamarnya, dengan posisi berbaring diatas sofa. Dimeja didekat mayat wanita cantik itu, ditemukan surat berisi pesan yang ditulis oleh Frau Lowenstein. Saat membaca surat tersebut, Inspektur Rheinhardt menduga Charlotte Lowenstein tewas bunuh diri, dengan cara menembak jantungnya.

Namun dalam otopsi diketahui, peluru yang menembus jantung Lowenstein menghilang. Dan berdasarkan analisis Dr Liebermann, saat dibunuh Lowenstein tengah mengandung. Mengetahui hal itu, Rheinhardt pun mulai menyelidiki orang-orang terdekat sang medium muda itu. Apalagi sesuai pengakuan Rosa Sucher, gadis muda yang membantu membersihkan rumah Lowenstein, sebelum meninggal, Frau Lowenstein berencana mengadakan pertemuan dengan sekelompok orang, yang secara teratur berkumpul di apartemennya.

Setiap hari Kamis, jam delapan, Frau Lowenstein bertemu dengan Otto Braun, ahli kunci Karl Uberhorst, pevrancang muda Natalie Heck, Bankir Heinrich Holderlin dan istrinya, Juno, pengusaha alat-alat kesehatan Hans Bruckmuller dan seorang bangsawan asal Hungaria, Count Zoltan Zaborszky. Kecurigaan mengarah kepada Otto Braun, seorang seniman, karena ia disinyalir sebagai pria yang menghamili Lowenstein dan menghilang pasca kematian kekasihnya.

Penyelidikan yang dilakukan Oskar Rheinhardt ternyata tidak berjalan lancar dan cepat berhasil, meski telah dibantu oleh Max Liebermann. Beberapa orang yang dicurigai ternyata mempunyai alibi kuat. Bahkan, sang ahli kunci, Herr Uberhorst, yang mempunyai informasi penting berkaitan dengan kematian Frau Lowenstein bernasib naas. Ia dibunuh saat akan menemui polisi untuk menyampaikan kecurigaannya. Selain itu diketahui pula, Frau Lowenstein ternyata tidak hanya menjalin hubungan dengan Otto saja, tetapi juga dengan pria lain yang dikatakannya sebagai tunangannya. Siapakah pria tersebut ? Apakah ia yang membunuh Lowenstein ?

Berbeda dengan novel detektif lainnya, misalnya dengan novel yang ditulis Agatha Christe, novel yang ditulis Frank Tallis, seorang psikolog klinis ini, sangat menarik, karena menggabungkan psikologi dan kriminologi. Tidak hanya itu, Tallis juga menuliskan bagaimana indahnya Kota Vienna, budayanya terutama kesukaan para tokoh dengan musik, dan hubungan kasih antara para tokoh cerita.


Posted at 01:31 pm by Indahjuli Sibarani
Make a comment  

 
Saturday, June 09, 2007
Mimi Lan Mintuna : Trafiking Perempuan Indonesia
 

 

Penulis  : Remy Sylado
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Perancang Sampul: Rully Susanto
Penataletak : Wendie Artswenda
Tebal  : iv + 292 hlm.; 13,5 cm x 20 cm
Cetakan Pertama : Maret 2007

Masalah perdagangan manusia (trafiking) yang terjadi pada wanita dan anak-anak, di Indonesia sangat memprihatinkan. Untuk penyelundupan wanita, kerap menimpa tenaga kerja Indonesia (TKI) baik di dalam negeri maupun luar negeri. Sementara anak-anak diperdagangan untuk pelacuran, pengemis di jalan, pengedar narkotika, dieksploitasi di tempat-tempat kerja yang berbahaya seperti pertambangan dan perkebunan.

Selama ini, Indonesia sempat dicap dunia sebagai salah satu negara terburuk dalam menangani perdagangan perempuan dan anak, yang merupakan kejahatan sangat serius. Di Indonesia, kasus-kasus trafficking terus mencuat ke permukaan. Padahal penanganannya hanya dilakukan kasus per kasus, belum komprehensif.

Alkisah Indayanti, yang tidak tahan dengan perlakuan suaminya, Petruk alias Petrus, melarikan diri bersama buah hatinya, Eka. Bingung mau pergi kemana, Indayanti memutuskan ikut dengan keluarga pamannya, Sunaryo, ke Menado. Di kota itulah mimpi buruk Indayanti bermula. Ia menjadi korban trafiking berkedok pencarian artis baru yang akan bermain film di Bangkok.

Sebenarnya Indayanti tidak ingin menjadi seorang artis, namun alih-alih menjemput adik sepupunya, Kalyana, yang pergi tanpa ijin orang tuanya, untuk mengikuti kelompok pencari bakat yang dikelola oleh Sean PV bersama antek-anteknya, Kiky Wigagu dan Bunda, ia malah dipaksa ikut dengan cara dibius. Menurut pencari bakat ilegal itu, Indayanti adalah calon bintang potensial dengan julukan Waca Waka (Wanita Cantik Wajah Kampung).

Di Bangkok, Indayanti dan Kalyana, bukannya meraih impian malah mendapatkan perlakuan buruk dari Sean PV dan antek-anteknya. Naasnya, karena berusaha membebaskan diri Kalyana terpaksa menerima tragedi dirinya. Mengetahui hal itu, Indayanti pun semakin dendam kepada Sean PV dan antek-anteknya. Ia pun menyusun rencana untuk membalas dendam dan melarikan diri dari sekapan para durjana itu.

Sementara itu, suami Indayanti, Petrus alias Petruk, yang telah sadar dari sifat buruknya, setelah ditembak di bagian dada oleh orang suruhan dari korban pemerasannya, mulai mencari Indayanti dan anaknya Eka. Pencarian tersebut membawanya ke Menado, tempat tinggal Sunaryo. Namun ia terpaksa gigit jari karena mengetahui Indayanti telah pergi ke Bangkok. Demi menyusul Indayanti, ia pun bekerja sebagai satpam ditempat kerja pamannya.

Kejahatan Sean PV dan antek-anteknya ternyata menjadi perhatian seorang polwan yang bernama Siti Anastasia Melati Sulistyoningrum Suhendro Hendro. Berdasarkan data-data yang dikumpulkannya, Siti berusaha menjerat Sean PV. Tak diduga kejahatan yang dilakukan Sean PV juga berkaitan erat dengan perdagangan senjata api, yang salah satunya digunakan untuk menembak suami Indayanti, Petruk.

Apakah Siti mampu membongkar kejahatan Sean PV ? Apakah Indayanti bisa dipertemukan kembali dengan suaminya Petruk, sebagaimana halnya mimi lan mintuna ? Mimi, siput laut, dan mintuna, ketam berekor, sejenis hewan yang saling rukun "bercinta" dan tidak terpisahkan satu sama lainnya. Pasangan binatang yang saling setia satu sama lain.

Kesetiaan dan rukun ala mimi lan mintuna disajikan Remy Sylado dalam cerita novelnya ini. Dengan bumbu tema trafiking, buku ini menjadi menarik untuk dibaca. Remy runtun dan jelas menceritakan alur perdagangan wanita sehingga pembaca paham apa yang dimaksud dengan trafiking. Penjelasan tentang bahasa Thailand dan kota-kota yang menjadi lokasi cerita, membawa pembaca seakan berada ditempat tersebut. Meski akhir cerita sudah bisa ditebak, bukankah yang jahat selalu akan kalah ? Namun novel ini mampu membuat pembaca penasaran untuk membaca hingga halaman terakhir.


Posted at 01:26 am by Indahjuli Sibarani
Comment (1)  

 
Tuesday, May 29, 2007
OUT (Bebas)
 


 

Pengarang : Natsuo Kirino, 1997
Alih Bahasa : Lulu Wijaya
Desain & Ilustrasi Sampul : Sarya Utama Jadi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 576 halaman; 20 x 13,5 cm
April 2007

Novel pertama Natsuo Kirino yang pertama diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris ini, mengetengahkan empat orang wanita sebagai sentral cerita. Masako Katori, Kuniko Jonouchi, Yoshie Azuma dan Yayoi Yamamoto. Keempatnya bekerja paruh waktu shift malam di sebuah pabrik makanan kotakan di Jepang.

Ditempat kerja, mereka berempat terlihat sebagai teman dekat. Namun sesungguhnya, mereka tidak berteman. Bisa dikatakan hanya rasa solidaritas sesama perempuan ditempat kerja. Apalagi masing-masing mempunyai kehidupan pribadi, yang tidak ingin diusik satu sama lain.

Masako Katori, adalah perempuan yang selalu mempertimbangkan setiap tindakannya. Tegar dan kuat, sehingga kerap menjadi pelindung dan penolong bagi ketiga perempuan lainnya. Namun hubungan Masako dengan suami dan anaknya, kurang baik. Masako tidur terpisah dengan suaminya, yang sibuk membangun kepompong dirinya sendiri dan tak bisa ditembus Masako. Sementara putra mereka, Nobuki, berhenti berbicara setelah dikeluarkan dari sekolah karena tertangkap membawa tiket yang berhubungan dengan narkoba.

Yoshie, sering disapa Kapten, harus merawat ibu mertuanya yang sakit dan tidak bisa membantu dirinya sendiri. Ia memiliki dua orang anak perempuan yang pemberontak dan tidak mau mengerti dengan kesulitan keuangan ibunya, sehingga membuat Yoshie tergantung kepada Masako, untuk bantuan keuangan.

Kuniko Jonouchi, perempuan yang selalu menutupi usia sebenarnya dengan berdandan tebal dan menor. Gemar membeli barang-barang bermereka sehingga membuat dirinya terlibat hutang dengan lintah darat. Kuniko kurang menyukai Masako, yang menurutnya terlalu arogan.

Yayoi, berparas paling cantik diantara ketiga temannya. Suami Yayoi, Kenji, jatuh cinta kepada Anna, seorang hostess di rumah hiburan milik Mitsuyoshi Satake. Akibatnya, gaji yang seharusnya diserahkan Kenji kepada Yayoi, habis digunakan untuk menbooking Anna dan bermain judi. Tentu saja, hal itu membuat pertengkaran antara Kenji dan Yayoi. Dan puncak dari pertengkaran tersebut adalah terbunuhnya Kenji oleh Yayoi.

Terbunuhnya Kenji ini menyeret Masako, Yoshie dan Kuniko dalam persoalan baru. Dengan maksud menghilangkan mayat suami Yayoi, Masako dan Yoshie malah memotong-motong mayat Kenji hingga menjadi bagian kecil dan membuang potongan mayat itu ke beberapa tempat, agar polisi tidak bisa menemukan jejak mereka.

Polisi memang tidak bisa menemukan pelaku pembunuh dan pemotong mayat Kenji. Polisi malah menduga pelaku pembunuhan adalah Satake, yang dimasa mudanya pernah membunuh seorang wanita. Satake pun terpaksa mendekam dalam penjara atas perbuatan yang tak dilakukannya. Karena itulah, selepas dari menjalani hukuman ia melakukan aksi balas dendam terhadap Yayoi, yang diyakininya sebagai dalang pembunuhan suaminya sendiri, dengan dibantu Masako, Yoshie dan Kuniko.

Konflik dan tragedi, merupakan daya tarik kuat dari tema yang disajikan Natsuo Kirino ini. Persoalan yang terjadi pada Masako, Yoshie, Kuniko dan Yayoi, seperti mengurus keluarga, masalah finansial dan hubungan tak harmonis antara suami istri, merupakan persoalan umum yang terjadi pada banyak wanita.

Namun menjadi tak umum ketika Natsuo mengajak pembaca untuk menyelami kehidupan masing-masing tokoh, tanpa perlu mengasihini atau menyalahkan para tokoh, ketika mereka terpaksa menerima akibat dari perbuatannya. Untuk kategori novel misteri, novel ini mampu membuat penasaran pembacanya hingga ingin menuntaskan membaca sampai selesai, dalam waktu yang singkat.

Dari Gramedia.com, dituliskan : Natsuo Kirino lahir tahun 1951 dan tinggal di Jepang. Dia dengan cepat membangun reputasi di negaranya sebagai penulis kisah misteri dengan bakat yang langka, yang karya-karyanya berbeda dari genre kisah kriminal yang biasanya. Ini terbukti saat dia memenangkan tidak hanya penghargaan Grand Prix untuk Fiksi Kriminal di Jepang-untuk novel Out pada tahun 1998-tapi juga salah satu penghargaan sastra tertinggi di negeri itu. Out adalah novel pertama Natsuo Kirino yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Natsuo Kirino membuat gebrakan baru dalam dunia kesusastraan Jepang dengan Out, novel literary mystery-nya yang kini telah memenangkan beberapa penghargaan dan ditulis dengan realisme plot yang tajam dan penuh ketegangan.(Indjul/rev)

 


Posted at 07:20 pm by Indahjuli Sibarani
Comment (1)  

 
Friday, May 11, 2007
A+ Guys
9 Jenis cowok layak dicintai & cara melelehkan hatinya
 


 

Seri psiko pop, tips & tricks
Penulis : Pritha Khalida dan S. Faradina, S.Psi
Ilustrator : Care Studio
Penyunting Naskah : Benny Ramdhani
Penyunting Ilustrasi : Dodi Rosadi & tunes
Desain sampul dan isi : Dodi Rosadi
Pengarah desain : anfevi
Cetakan I, Januari 2007
Diterbitkan oleh Penerbit Cinta

Terpesona dengan tampang ganteng Clark Kent, yang disaat dunia membutuhkannya berubah menjadi super hero dengan kostum biru berlogo "S" atau Superman ? Atau dengan kemachoan Daniel Craig si pemeran karakter James Bond ? Kepolosan Mr Bean, tajirnya Richie Rich atau cowok paling digemari diseluruh dunia, Harry Potter ?

Dan kamu ingin memiliki pacar atau setidaknya bisa memikat cowok-cowok dengan tipe-tipe seperti itu, kamu bisa mengetahui tips dan triknya lewat buku karangan dua cewek manis, Pritha dan Faradina yang berjudul A+ Guys, 9 Jenis cowok layak dicintai & cara melelehkan hatinya.

Di buku yang diterbitkan Penerbit Cinta ini, kamu bisa tahu plus minus cowok tipe Clark Kent, bagaimana membuat cowok tipe ini bisa tertarik denganmu dan cewek seperti apa yang menarik perhatian cowo tipe Clark Kent alias si Superman. Menurut buku ini, sosok misterius Clark Kent selalu bikin penasaran karena bukan tipe cowok gaul yang doyan dugem. Cowok tipe Superman ini lebih memilih halaman belakang rumah sebagai tempat favoritnya menghabiskan waktu, tentunya dengan membaca buku. Apalagi kalau bareng cewek tercinta.

Sayangnya si Superman ini, kurang memperhatikan ceweknya karena sibuk dengan kegiatan sosialnya. Bisa dikatakan setelah ayah, ibu, saudara-saudaranya dan kegiatan sosial yang dilakukannya, maka kalau kamu jadi ceweknya, harap santai jika menjadi nomor kesekian dalam lingkup perhatiannya.

Ngak suka dengan cowok tipe Suparman ? Lebih senang dengan cowok romantis ? Tidak salah kalau mencoba pendekatan dengan cowok tipe Shinichi Kudo "The Analytic Guy", James Bond, dan Freddy "Scooby Doo". Tipe mereka ini tahu bagaimana memanjakan ceweknya walaupun sang cewek tidak menyadari kalau sedang diperlakukan romantis. Cuma sayangnya, kalau cowok tipe James Bond, tahu dirinya menjadi pusat perhatian, dia juga punya sifat jelek yaitu playboy. Jadi jangan berpikir, kalau kamu satu-satunya yang menjadi pacar sang James Bond.

Jika salah satu point dalam daftar pencarian pacarmu terdapat kategori humoris, mungkin cowok tipe humoris ala Mr Bean bisa jadi pilihanmu. Cowok seperti ini suka sekali dengan hal-hal baru yang menarik dan gampang dilakukan. Namun yang penting diperhatikan, cowok tipe Mr Bean ini sangat menjunjung tinggi kejujuran. Jika suatu saat ia menemukan kebohonganmu, jangan harap dia akan marah, yang ada dia malah mendiamkanmu sampai kamu menyadari kesalahanmu itu.

Gadis-gadis dimanapun, mungkin tidak akan menolak cowok kaya dan tampan seperti Richie Rich. Namun susah-susah gampang menggaet cowo tipe Richie Rich ini, karena dia akan mempertanyakan apakah kamu senang dengannya karena kekayaannya atau menyukainya apa adanya. Mungkin karena susah menemukan orang yang bisa dipercaya, tipe cowok ini sering merasa kesepian dan penyendiri. Karena itu, ia mengharapkan cewek yang lebih memperhatikannya dan menjaga kepercayaannya.

Lalu bagaimana dengan cowo tipe Aladdin, si Lucky Guy atau Fred Flinstone, Mr Family Lover, dibuku ini dipaparkan juga tentang dua sosok cowo tipe ini, yang bisa jadi acuan kamu dalam menjalin hubungan kasih. Sayangnya dalam buku ini tidak menyebutkan tipe cowok ala pemain sinetron Anjasmara, Primus Yustisio dan Irwansyah. Kan banyak gadis remaja sekarang ini yang tergila-gila dengan sosok tampan idola remaja itu.(Indjul/rev)


Posted at 09:16 pm by Indahjuli Sibarani
Make a comment  

 
Monday, April 30, 2007
Chicken Soup for the Writer's Soul


 

Harga sebuah impian dan kisah-kisah nyata lainnya

Penulis : Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Bud Gardner
Alih Bahasa : Rina Buntaran
Ilustrasi dan desain cover : Yasmine Hadibroto
Hak cipta terjemahan bahasa Indonesia : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan pertama kali oleh : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2007

Tulisan Anda kerap ditolak penerbit atau media massa ? Anda kurang yakin, kalau menulis bisa menjadi gantungan hidup Anda dalam mencari nafkah. Atau ilham dan gairah menulis tidak ada, padahal tulisan sudah setengah jadi, atau berhenti ditengah jalan tanpa mampu melakukan apa-apa. Jangan khawatir, para penulis terkenal juga mengalami seperti hal itu. Namun mereka tetap gigih menulis.

Seperti yang diuraikan dalam buku Chicken Soup for the Writer's Soul yang ditulis oleh Jack Canfield, Mark Victor Hansen, dan Bud Gardner. Buku ini menyajikan kisah nyata dari para penulis terkenal seperti Richard Paul Evans, Alex Haley, Dan Poynter, Terri Fields, Phillips Barry Osborne, Catherine Lanigan dan lainnya.

Menurut Terry McMillan menulis telah menjadi caranya untuk menanggapi dan menghadapi hal-hal yang terlalu menekan, mengganggu, atau menyakitkan untuk ditangani dengan cara lain. Menulis adalah tempat perlindungannya untuk menemukan kebenaran dan yang paling penting menulis membuatnya berbela rasa, berbagi dengan semau orang. Menulis adalah satu-satunya cara Terry menjadi dirinya sendiri dengan tidak merasa dihakimi. Bahkan dengan menulis, Terry bisa melakukan hal-hal yang emoh dilakukannya dan tentang orang-orang yang tidak disukainya.

Hampir senada dengan Terry, Richard Paul Evans, penulis buku best seller The Christmas Box, menulis cerita itu sebagai ungkapan cinta kepada kedua putrinya, Jenna dan Allison. Merasa cerita itu perlu dibagi dengan orang lain, ia pun membuatkan salinannya dan membagikannya sebagai hadiah natal bagi keluarga dan teman-temannya. Ternyata, cerita tersebut membawa berkah baginya. Karena banyak orang yang merasa tersembuhkan dengan cerita itu. Namun ketika ditawarkan kepada penerbit, bukunya itu ditolak, sehingga ia dan istrinya memutuskan untuk menerbitkan sendiri.

Ternyata, menerbitkan sendiri pun butuh pengorbanan besar. Richard harus rela melepaskan pekerjaannya, kehilangan uang yang telah ditanamkannya sebagai modal, dan jungkir balik dalam mempromosikan buku itu. Terkait dalam hal promosi, Evans merasa bahwa hal inilah yang paling sulit, karena butuh pengorbanan yang besar apalagi jika buku itu adalah buku pertama. Namun itu tidak membuatnya putus asa. Apalagi ia merasa dan yang paling penting dicamkan bagi para penulis pemula, buku itu ditulis bukan sekedar mencari uang dan popularitas, tetapi karena merupakan hal yang benar dilakukan. Usaha keras Evans membuahkan hasil. The Christmas Box telah terjual lebih dari tujuh juta eksemplar, diterbitkan dalam delapan belas bahasa dan difilmkan.

Bagi Anda yang selama ini hanya bermimpi atau mengangankan diri menjadi seorang penulis, sebaiknya mulailah secepatnya menulis. Karena seperti yang dialami Gene Perret, karcis masuk ke dunia khayal itu, tak pernah gratis. Harga yang harus dibayar adalah menjalani proses. Sebagaimana saat ia memutuskan menjadi penulis komedi, ia pun mempelajari Bob Hope, tokoh komedian terkenal. Merekam monolog televisinya dan mengetikkannya kembali, untuk dianilisis kata per kata, iramanya, dan penyampaiannya saat pertunjukan. Kemudian, dengan gaya yang dipelajarinya itu, ia mencoba menulis lelucon-lelucon baru. Dan teknik ini berhasil.

Bahkan Bob Hope, yang menjadi mentor bayangannya, meminta Perret untuk menuliskan lelucon baginya yang digunakan di tayangan televisi. Menurut Gene Perret, dua pelajaran berharga yang bisa dipetik dari pengalamannya untuk dijadikan ilham para penulis adalah untuk mewujudkan impian dibutuhkan usaha dan menjalani proses mencapai tujuan kita itu.

Lalu apakah semua penulis yang sudah matang, tidak pernah merasakan karyanya ditolak ? Connie Shelton contohnya. Penulis novel misteri Obsessions Can Be Murder, masih sering merasakan penolakan dari penerbit atas karya-karyanya. Meski surat penolakan tersebut ditulis dengan "sopan", namun tidak urung membuatnya frustasi. Ia pun belajar kepada penulis yang sudah lebih dulu terkenal, dengan cara mengirimkan tulisannya dan siap menerima kritik yang mereka lontarkan. Ia juga tak bosan membaca buku-buku, yang memberikan informasi untuk memperbaiki tulisannya.

Masih banyak lagi cerita-cerita dari para penulis yang menarik untuk disimak, karena kita bisa menemukan semangat menulis dan bagaimana menulis yang baik untuk menghasilkan karya yang menarik, bisa dipahami para pembaca, sehingga pesan yang ingin disampaikan melalui tulisan tersebut tercapai. Namun sayangnya buku ini tidak memuat cerita-cerita dari para penulis terkenal yang namanya familiar di Indonesia, seperti Sidney Sheldon, Agatha Christie, Stephen King, John Grisham, Dan Brown, Franz Kafka, dan lain-lain.(Indjul)

 


Posted at 03:58 pm by Indahjuli Sibarani
Make a comment  

Previous Page Next Page