Penulis : Iwok Abqary
Penerbit: Gagas Media
Ukuran : 11.5 x 19 cm
Tebal : vi+206 hal
Kategori: Fiksi/Komedi Cinta
Terbit : Desember 2008
Harga : Rp 25.000
TIKIL (Titipan Kilat), perusahaan jasa pengiriman barang yang berdomisili di Kota Tasikmalaya, terancam bakal ditutup karena pendapatan perusahaan yang terus menurun dan kalah bersaing dengan perusahaan pengiriman barang lainnya, yang lebih modern dan pelayanannya bagus.
Dengan maksud mengadakan perbaikan di TIKIL, boss baru pun didatangkan dari kantor pusat, untuk menggantikan boss lama yang memilih untuk pensiun dini ketimbang bertahan lama di perusahaan yang hanya mempunyai 4 orang karyawan, tapi bertabiat aneh bin ajaib itu. Para karyawan itu adalah Lilis, resepsionis merangkap sekretaris, yang lebih senang dipanggil Lili tanpa S, Dasep (kurir yang selalu bernasib sial kalau tidak nabrak yah ditabrak atau nyasar ngak jelas, saat mengantarkan paket kiriman), Mang Dirman (kurir tua), dan Kusmin, sukarelawan dengan tanda jasa dari Dinas Pemadam Kebakaran saat menjadi penyelamat dalam peristiwa kebakaran dirumah Kepala Pemadam Kebakaran).
Boss baru Pak Priyadi atau Pak Pri, tak kalah gilanya (atau jangan-jangan karena ketularan karyawannya yah), bukannya memberikan ide-ide baru untuk perbaikan manajemen TIKIL, malah sibuk dengan kegiatan masak memasaknya sebagai antisipasi kalau TIKIL bangkrut dan dirinya dipecat.
Perusahaan mau bangkrut dengan boss serta karyawan yang super duper gila, bukan hal yang tidak mungkin kalau pada akhirnya perusahaan itu ditutup. Loloskah TIKIL dari kemelut ? Apa yang akan Lilis, Mang Dirman, Dasep dan Kusmin lakukan untuk menyelamatkan diri mereka dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) ?
Baca saja novel komedi menyegarkan karya penulis asal Tasikmalaya yang mempunyai nama asli Ridwan Abqary. Dalam novel komedi ini, Iwok tidak hanya mengulas tentang sepak terjang dan perjuangan para karyawan TIKIL dalam mempertahankan ladang rejeki mereka, tapi juga membubuhinya dengan kisah pencarian cinta sang sekretaris Lili tanpa S, kepada supir angkot yang berwajah mirip artis papan atas, Adjie Massaid.